Saatnya Mendukung Ekonomi Komunitas Adil dan Lestari sebagai Wujud Kedaulatan Ekonomi Bangsa yang Sejati

980x200px-banner1

 

Jakarta, 3 Juni 2015 – Pada tanggal 6-7 Juni 2015 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 22 organisasi masyarakat sipil yang memiliki kepedulian pada perekonomian komunitas berbasis sumberdaya alam yang dikelola secara adil dan lestari akan menyelenggarakan Festival Panen Raya Nusantara 2015 –atau PARARA 2015. Festival ini akan menghadirkan 108 komunitas lokal yang mandiri dan berdaya dari seluruh nusantara dengan ratusan jenis produk mereka, seperti tenun ikat dari Nusa Tenggara Timur, beragam produk pangan lokal dari Sumatera dan Jawa yang kesemuanya sangat potensial untuk menjawab tantangan kedaulatan pangan dan sandang, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Tak hanya menggelar produk komunitas adil dan lestari, pada acara puncak akan hadir pula upacara Ruwatan Bumi, serta gelaran budaya dari berbagai daerah, seperti dari Biak Papua, Suku Kajang Sulawesi Selatan dan juga dari Dayak Kalimantan. Selain itu juga akan dihadirkan hiburan lewat music Jazz dan Wayang Rokenrol dengan menyampaikan pesan penyelamatan lingkungan dan manusia di dalamnya
Rangkaian kegiatan selama 2 hari tersebut juga akan diisi dengan acara bincang-bincang yang akan menghadirkan perwakilan komunitas, pelaku pasar, selebriti pendukung ekonomi komunitas, serta pihak pemerintah dan pengambil kebijakan. Tak ketinggalan, sajian berbagai latihan membuat kerajianan tangan digelar di ruang Workshop, seperti membuat sabun dari bahan sereh, boneka perca dan keranjang koran, dan lain-lain. Selain itu ada pula workshop fotografi, drone dan pembuatan robot. Dongeng Petualangan di Negeri Cermin bersama Juki and Friends juga akan hadir di area bermain anak.
Pada tanggal 7 Juni 2015, juga akan diselenggarakan lomba lari 5 km yang diperuntukkan bagi seluruh anggota keluarga yang sekaligus juga untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Internasional yang jatuh pada tanggal 5 Juni. Dan akhirnya, Festival PARARA 2015 akan ditutup pada tanggal 7 Juni 2015 dengan pagelaran busana karya tenun nusantara dalam kemasan fesyen modern.
Festival PARARA 2015 ini lebih dari sekedar perayaan kekayaan alam nusantara dan buah karya komunitas. Diharapkan melalui PARARA ini akan terbuka pintu yang mempertemukan berbagai kelompok kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap ekonomi rakyat, serta mendorong terwujudnya kewirausahaan komunitas sebagai tulang punggung perekonomian bangsa di masa depan, serta memberi kesempatan kepada masyarakat luas untuk mengenal lebih lanjut produk-produk lokal yang dihasilkan komunitas dan menjadi konsumen pendukung utamanya. [selesai]

“Acara ini bukan hanya sekedar gelaran produk komunitas, tapi lebih tentang bagaimana publik belajar tentang Indonesia yang sebenarnya. Bagaimana masyarakat di daerah berjuang untuk peningkatan ekonominya tapi di saat bersamaan mereka mampu melakukan perlindungan terhadap lingkungannya. Mereka justru lebih paham apa itu adil dan lestari. Kita yang ada di perkotaan, tak hanya menjadi penikmat tapi bisa membantu mewujudkan perekonomian yang adil dan lestari dengan membukakan pasar bagi mereka agar apa yang telah diupayakan ini bisa terus berkesinambungan, adil dan lestari bisa terwujud”
(Jusupta Tarigan – NTFP- EP Indonesia, Kepala Sekretarian PARARA mewakili konsorsium penggiat Panen Raya Nusantara)

“Selama ini produk yang kami jual berupa raw material karena tidak diberi akses untuk mendapatkan informasi seperti apa spesifikasi yang diinginkan pasar agar dapat bisa dapat added value dari produk seperti kulit manis misalnya. Akhirnya selama ini harga jual produk kami tidak kompetitif dan kami berada di posisi tertekan. Harapan terbesar kami di Panen Raya Nusantara ini, bagaimana produk yang dihasilkan oleh masyarakat di sekitar hutan seperti di Jambi ini bisa mendapatkan akses pasar, harga yang kompetitif dan modal yang lebih jauh ke depan.” Mahendra Taher –Komunitas Jambi

“Suku Boti di Nusa Tenggara Timur berjuang mempertahankan adat istiadat mereka yang kian hari kian luntur lewat beragam cara salah satunya dengan produk tenun. Selama ini tenun mereka mendapatkan perhatian dari pemerintah lewat pariwisata yang digalakkan tapi tidak seimbang dengan perhatian terhadap keberadaan mereka, seperti sarana pendidikan, fasilitas jalan dan kesehatan yang minim. Dengan keikutsertaan kawan-kawan dari Suku Boti di Panen Raya Nusantara, kami ingin menceritakan tentang keberadaan kami kepada publik, dengan harapan ada perhatian, penghormatan terhadap adat istiadat dan perlindungan terhadap kami secara hukum.” – Liliane Amalo – Pendamping Suku Boti, Yayasan Tanpa Batas (YTB)

“Kami sebagai komunitas tak ingin sekedar jualan di acara festival ini, tapi ingin menunjukkan keberadaan kami kepada publik. Tapi lebih penting juga ada pesan sosial yang ingin kami sampaikan bawah lingkungan kita ini makin rusak dan tidak stabil, maka kehadiran komunitas dan relawan dirasakan sangat penting untuk meningkatkan kesadaraan menjaga lingkungan.”- Wandi S.Assayid – Komunitas Madu Cingagoler – Lebak, Banten

“Kami berharap Parara bisa membukakan pasar bagi kerajinan rotan dan mendatangkan bantuan modal untuk pengembangan usaha. Meski sekarang ini bahan baku masih tersedia, kami khawatir rotan akan menghilang beberapa tahun ke depan jika hutan tak jadi perhatian bersama. Jika hutan hilang bersamaan itu pula kehidupan kami akan menghilang.” – Anastasia Dewi – Ketua Kelompok Bina Usaha Rotan Daya Benuak Kalimantan Timur
Keriaan Festival Panen Raya Nusantara 2015 ini mulai dapat diikuti melalui akun Facebook Panen Raya Nusantara, twitter di @panen2015 dan situs internet www.panenrayanusantara.com.

Salam #parara

Kontak media dan konfirmasi :
Nita Roshita : 081314132553 / nita.roshita@gmail.com

Penyelenggara :
NTFP-EP Indonesia, WWF Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), The Samdhana Institute, Kemitraan, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), KEHATI, Aliansi Organis Indonesia (AOI), WARSI,RECOFTC, Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI), Rumah Organik, Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM), GEF SGP, Perkumpulan Indonesia Berseru (IB), Yayasan Anak Dusun Papua (YADUPA), Perkumpulan TELAPAK,Koperasi Jasa Menenun Mandiri, Yayasan Riak Bumi , Yayasan Dian Tama, Yayasan Mitra Insani (YMI), Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS).

Mitra pendukung :
NTFP-EP Indonesia, Ecosystem Alliance (EA), WWF Indonesia, The Samdhana Institute.

UNTAR, BINUS, AIKON, SERRUM, ADGI, Forests in Your Pocket ,AKSI 2015, Danareksa, KONTRAS, ICRAF, PUSPROHUT-ITTO, ASPN, Yayasan palung, KIARA
Komunitas Juki and Friends, WEWO, Craft day, Komunitas pecinta Permainan tradisional, Komunitas robotic, komunitas lubang jarum, komunitas kopi Nusantara, Trashi, Komunitas organik Indonesia, komunitas slowfood, diet kantung plastic, komunitas fun run,Trashi.

Media Partner :
Jakarta Globe, Suara pembaharuan, KBR. Merdeka.com, suara.com, Imaji Bumi

Sekretariat Festival Panen Raya Nusantara
Jl. Rengas Besar No. 35 C RT 14/02 Jati Padang Pasar minggu Jakarta
Telp/fax : 021 78848461
Email : info@panenrayanusantara
Website : www.panenrayanusantara.com
Twitter : @panen2015
Facebook Fan Page : panenrayanusantara

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Jusupta Tarigan (08129250013)
Voni Novita (+6281382220134)